Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Budidaya Kelengkeng Pingpong

Buah kelengkeng yang satu ini punya ukuran istimewa yaitu sebesar bola pingpong. Kelengkeng varietas pingpong berasal dari Vietnam di daerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara. Di daerah asalnya, kelengkeng varietas pingpong (kelengkeng pingpong) dikenal dengan nama Xuongcomvang. Seperti saudaranya kelengkeng jenis Diamond river, Kelengkeng pingpong ini merupakan tanaman asli daerah tropis. Hal inilah yang membedakan dengan Itoh (E-daw) yang merupakan tanaman subtropis.

Kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan di tanah terbuka ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam di daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada di tempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung).

Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aroma kelengkeng pingpong juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng bangkok. Keunggulan lain dari kelengkeng jenis ini adalah ia bisa panen (panen besar) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah kelengkeng pingpong. Selain itu tanaman ini nyaris tanpa hama, pengalaman saya musuh utama pada saat pertumbuhan adalah belalang sedangkan pada saat berbuah adalah kalong (kelelawar).

Cara Tanam dan Pemeliharaan

Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar).

Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. Sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan.

Sekedar mengingatkan sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.

Sumber : http://putrakencanaarta.wordpress.com/
ReadFull Article ..

Tuesday, October 22, 2013

Budidaya Kelinci Berawal Dari Hobi Yang Menjadi Ladang Bisnis

Menekuni peluang bisnis yang berawal dari hobi kini menjadi trend di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit bisnis yang diawali dengan hobi tersebut menjadi sumber mata pencaharian utama. Salah satu bisnis yang berawal dari kesenangan atau hobi tersebut adalah berbisnis budidaya kelinci. Adalah Nurshaleh Fathoni, pemuda berusia 22 tahun tersebut awalnya menggeluti bisnis kelinci hanya sebagai hobi pengisi waktu luang. Namun seiring berjalannya waktu, hobi yang dia tekuni tersebut mulai mendatangkan pundi-pundi rupiah di kantongnya. Sehingga dia dan keluarga memutuskan untuk lebih menekuni dunia kelinci sebagai lahan bisnisnya.

Berawal di tahun 2004, Fathoni dan Bapak Jarwadi (47) memelihara sepasang indukan kelinci karena tertarik dengan kelucuan dan keindahan bulu-bulunya. Namun, ketika indukan tersebut mulai beranak pinak, ternyata banyak rekan yang tertarik untuk membeli dan memiliki anakan kelinci tersebut. Dan tanpa berpikir panjang, di tahun 2005 Fathoni dan keluarga mulai mengembangkan kelinci dari berbagai ras terutama kelinci pedaging sebagai lahan bisnisnya. Pada awal menekuni usahanya tersebut, mereka masih mengandalkan pemasaran bisnis dari mulut ke mulut sesama rekan atau tetangga. Hingga di tahun 2007, Fathoni mulai mengandalkan media online sebagai ujung tombak pemasaranya. “Mulai ke online awalnya menggunakan blog, kemudian portal gratis hingga saat itu juga menggunakan friendster yang memang sedang booming”, kata Fathoni ketika ditemui di rumahnya Jowah VI Sidoluhur Godean Sleman.

Bengkel Rabbit kini digunakan Fathoni sebagai nama usaha kelinci yang digelutinya. Dan saat ini, Bengkel Rabbit mengembangkan 4 macam ras kelinci sebagai komoditas bisnisnya, yaitu Rex, Dutch, Lop, dan Flemish. Di sebuah bangunan rumah yang dijadikan tempat budidayanya, Bengkel Rabbit mempunyai kurang lebih 40 ekor kelinci dari mulai anakan hingga indukan. Kelinci-kelinci tersebut terjajar rapi di beberapa kandang dari bambu hasil kreasi sendiri dari Fathoni dan Ayahnya.

Menurut Fathoni, membudidayakan kelinci sebenarnya tidak terlalu sulit.” Dibutuhkan ketekunan mengamati perkembangan kelinci dari perkawinan, kelahiran, pemisahan dengan induk, hingga perawatan agar kelinci tidak mudah sakit,” imbuh Fathoni tentang hal apa saja yang diperlukan untuk budidaya kelinci.

Kendala yang selama ini ditemui Bengkel Rabbit dalam membudidayakan dan berbisnis kelinci yang paling utama adalah penyesuaian suhu dan faktor pengiriman jarak jauh. Untuk pengiriman jarak jauh, Bengkel Rabbit masih mencoba menemukan solusi yang efektif agar kelinci yang dikirim nantinya tidak mati dalam perjalanan. Meskipun begitu, sejauh ini Bengkel Rabbit sudah banyak memenuhi pengiriman kelinci dari berbagai wilayah diantaranya Bali, Jakarta, serta daerah-daerah di Jawa Tengah.

Kelinci-kelinci hasil budidaya Bengkel Rabbit juga tergolong berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan beberapa thropy yang berhasil dimenangkan Bengkel Rabbit di beberapa contest yang diadakan di wilayah Jogja dan sekitarnya. Dan bisa dipastikan, kelinci yang pernah memenangi contest pasti memiliki harga jual yang tinggi.

Di akhir kunjungan tim bisnisUKM ke Bengkel Rabbit, Fathoni juga berharap bagi siapa saja yang ingin belajar bagaimana membudidayakan kelinci yang baik dan benar silakan datang saja ke rumahnya namun harus konfirmasi terlebih dahulu.



Sumber : http://bisnisukm.com/budidaya-kelinci-berawal-dari-hobi-yang-menjadi-ladang-bisnis.html
ReadFull Article ..

Ternak Kelinci dan Budidaya Kelinci Beserta Pemeliharaannya

ternak kelinci, cara merawat kelinci, cara beternak kelinci, budidaya kelinci, cara memelihara kelinci, kelinci hias

Pemilihan Bibit Kelinci

Pemilihan bibit yang berkualitas baik, sangat berpengaruh besar terhadap hasil ternak kelinci nantinya. Untuk menentukan bibit tersebut bagus atau tidak, kita harus mengetahui kriterianya.

untuk memulai proses ternak atau budidaya kelinci sebaiknya kita mengetahui karakter kelici, supaya dalam melakukan proses peternakan tidak terlalu banyak kegagalan. Dibawah ini kriteria bibit kelinci yang berkualitas baik:
  1. Bentuk tubuh bulat, panjang dan tidak ada cacat di badannya
  2. Kakinya tidak bengkok dan kuat
  3. Warna bulu/rambutnya halus, mengkilat dan rata. Rambut yang tidak mulus menandakan kelinci tersebut sakit
  4. Pandangan matanya jernih dan terang. Kelinci yang sakit pandangan matanya suram dan tidak bercahaya
  5. Hidungnya bersih dan kering, berarti tidak mengalami pilek
  6. Telinganya lebar dan panjang minimal 19 cm
  7. Ekor lurus dengan punggung

Kandang Kelinci

Kelinci salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari karena "kelucuannya", supaya kelinci dapat tumbuh dengan baik dan prima kita harus betul-betul memperhatikan kandangnnya. Kandang yang baik untuk kelinci harus nyaman tidak terlalu sempit, bahan-bahan untuk kandang bisa terbuat dari bahan yang murah dan mudah didapat, seperti, kayu, seng, kawat kasa, bamboo, tempat makan, sarang/tempat untuk beranak, tempat minum, dan bata merah. Syarat-syarat kandang yang baik ialah :
  1. Terletak pada tempat yang teduh hindari terkena sinar matahari secara langsung, memakai peneduh.
  2. Sinar matahari dapat masuk kadang supaya kandang tidak lembab, dan selalu kering.
  3. Ventilasi kandang bagus, sehingga pertukaran udara lancar.
  4. Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah kelinci
  5. Dinding harus kokoh, supaya kuat dari terpaan angin.
  6. Lantai kandang dibuat sedemikian mungkin supaya kotoran tidak menumpuk di dalam kandang, dan mudah dibersihkan.

Cara Mengawinkan Kelinci

Apabilam kita sudah mendapatkan betina kelinci yang kualitas tingkat produksinya tinggi, selanjutnya masukkan betina yang sudah birahinya tinggi ke kandang jantan, ciri kelinci betina yang sudah birahi : menggaruk-garuk lantai dan dinding pertanada sudah gelisah, dan mengerati kandang dang tempat makan.

Sedangkan tanda perkawinan sudah berhasil bila pejantan sudah menaiki yang betina sampai kedua kelamin betina dan pejantan sudah mengena. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci yaitu pada sore hari, dan diusahakan perkawinannya terlihat oleh kita supaya memastikan baik atau tidaknya.

Apabila proses perkawinaan kurang maksimal, kita bisa mengulanginya kembali setelah 8 jam berselang, biarkan kedua kenci beristirahat dahulu. Selain perkawinan secara alamiah tersebut bisa juga dilakukan perkawinan buatan yaitu dengan kawin suntik.

Kawin suntik atau inseminasi dilaksanakan dengan cara menyuntikkan sperma pejantan pada tubuh kelinci betina. Cara ini lebih menguntungkan, karena jumlah keberhasilannya / kelinci yang bunting bisa meningkat sampai 90%.

Kehamilan Kelinci

Lama kehamilan kelinci antara 30-35 hari, itupun tergantung dari jumlah anak yang dikandung. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah kelinci tersebut hamil/bunting atau tidak, cara  menentukannya:
  1. Perhatikan perkembangan perutnya, jika setelah proses perkawinan berlangsung 12-14 hari, maka jika kita raba bagian perut bawah akan terasa ada butiran sebesar kelereng. Lakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati.
  2. Memperhatikan nafsu makan dan pertambahan berat badannya. Kelinci yang hamil biasanya nafsu makannya bertambah, apabila biasa-biasa saja berarti kelinci tersebut tidak hamil.
  3. Apabila kelinci yang lagi hamil ketika dimasukan lagi ke dalam kandang pejantan akan menolak perkawinan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan lasan kuat, karena kelinci betina yang belum hamil pun terkadang menolak perkawinan kelinci jantan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan setelah dilakukan perkawinan, factor yang menyebabkan gagalnya kehamilan,m yaitu:
  1. Mutu sel sperma jantan tidak baik atau tidak berkualitas.
  2. Makanan yang diberikan kurang baik, bisa jadi kurang lengkap atau bervariasi.
  3. Cara pemeliharaan yang kurang baik.
  4. Umur kelinci betina maupun jantan terlalu muda atau terlalu tua, jadi masa produksinya sudah terlewati.
  5. Factor lingkungan yang kurang mendukung, seperti terlalu ramai.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam kehamilan kelinci ada yang disebut bunting palsu, yaitu ternak kelinci betina menunjukan tanda-tanda bunting, namun ternyata tidak hamil. Lama bunting palsu ini antara 16-22 hari. Tanda-tanda bunting palsu ini sebagai berikut:
  1. Kelinci betina tidak mau dinaiki/dikawini kelinci jantan.
  2. Kelinci betina suka mencabuti rambutnya.
  3. Kelinci betina sibuk membuat sarang, seolah-olah akan melahirkan.
Hal itu bbisa disebabkan oleh kualitas sperma yang jelek atau gagalnya proses pembuahan, atau kelinci betina yang tidak  subur.

Ciri-ciri apabika kelinci akan melahirkan sebagai berikut:
  1. Kelinci tampak g elisah dengan bertingkah mondar-mandir di sekitar sarang.
  2. Nafsu makan dan porsi makan sedikit
  3. Induk sibuk mengumpulkan daun kering, dan mencabuti bulu untuk disimpan di dalam sarangnya.

Proses kelahiran anak kelinci biasanya berlangsung pada malam hari, karena suasana lebih tenang. Sebelumnya jauhkan dari kelompo-kelompok lain agar suasananya tidak gaduh yang dapat mengganggu ketentraman induknya.

Setelah anak kelinci dilahirkan segera plasenta/ari-ari nya ambil agar tidak membusuk dan menyebabkan penyakit bagi kelinci di kandang.

Untuk menjaga stamina induk yang baru melahirkan sediakan air minumnya yang banyak dan berikan makanan hijauan lunak agar air susunya banyak. Agar induk tidak gelisah tempatkan kandang di tempat yang lingkungan tenang, karena kalau kelinci indukan sering ketakutan setelah melahirkan, kemungkinan jadi kanibal dengan memakan anaknya sendiri.

Jika ada anak kelinci mati atau sakit jaukan dengan yang lainnya. Anak kelinci yang baru dilahirkan biasanya masih lemah, gundul/belum punya rambut dan matanya masih tertutup.
Setelah 10 hari baru matanya mulai membuka dan mulai tumbuh rambut, maka penjagaan dan pengawasan harus teliti jangan sampai dimakan semut, tikus, kucing dan anjing.

ReadFull Article ..

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mujair

Ikan mujair adalah ikan untuk konsumsi yang hidup di air tawar. Cirinya badan berbentuk pipih hitam, abu-abu, atau coklat. Ikan ini dinamakan Mujair sebab orang pertama yang menemukan ikan ini adalah Bapak Mujair di muara sungai serang Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan Mujair sendiri aslinya berasal dari perairan Afrika.

Ikan Mujair pertumbuhannya sangat cepat, tentu ini sangat bagus untuk usaha budidaya ikan mujair. Namun setelah dewasa percepatan pertumbuhannya berkurang. Ikan Mujair panjangnya dapat mencapai 40 cm. Ikan Mujair bermanfaat sebagai penyediaan protein hewani.

Jika anda minim lahan dan minim modal, anda bisa mencoba budidaya ikan Mujair dengan kolam terpal. Cara membuat kolam terpal silhkan di lihat di sini.

Jika menggunakan kolam tanah, anda perlu memperhatikan factor lokasi. Lokasi yang bagus untuk kolam ikan mujair adalah sebagai berikut :
1. Tanah yang bagus untuk membuat kolam ikan adalah tanah liat dan tidak berporos. Kenapa ? sebab tanah jenis ini dapat menampung air yang besar dan tidak bocor.
2. Untuk memudahkan pengairan kolam secara grafitasi buat kemiringan antara 3 – 5 %.
3. Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4. Air harus bersih, artinya tidak tercemar limbah atau racun dan tidak keruh.
5. Perkambangan ikan mujair sangat baik jika aira kolam dapat terus mengalir. Ini perlu di buatkan saluran keluar masuk air.
6. Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.

Persiapan Media
Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing- masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.

Pemupukan
Bukan hanya tanaman saja yang perlu pemupukan, busisaya ikan mujair juga perlu pemupukan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m²

Pakan Untuk Pembesaran
Apabila tingkat produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang, maka bisa diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan munjair secara komersial.

Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan sebanyak dua kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari. Disamping itu juga kondisi pakan dalam perairan tersebut sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada. Yaitu selain pakan dari media dasar juga perlu diberi makanan tambahan berupa hancuran pellet atau remah dengan dosis 10% dari berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.

Sebenarnya pakan muajir sangat mudah. Sisa sayur di dapur, sisa makanan, daun daunan dll.

Hama

* Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya.
Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek.
Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

Kodok
Makan telur telur ikan.
Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.

Ular
Menyerang benih dan ikan kecil.
Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

Lingsang
Memakan ikan pada malam hari.
Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.
Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

Penyakit

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mujair:
1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

Gambaran Peluang Agribisnis

Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mujair dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mujair mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mujair boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

Nah bagimana, anda berminat? Silahkan dicoba.

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/budidaya-ikan-mujair/
ReadFull Article ..

Budidaya Burung Parkit

Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis.

Di daerah Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.

Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak lama untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang bagus untuk saya jinakkan. Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam seperti kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab karena kurang pasokan.

Jadi kalau merunut dari kesediaan pasokan sepertinya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. So peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.

Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.

2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.

3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.

4. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.

5. Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar berisi. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.

6. Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.

7. Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.

8. Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih

9. Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan.

Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan adalah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.

Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan kandang yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.

Untuk penangkaran secara masal memang lebih irit tempat satu kandang bisa diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar kandang harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.

Disamping menyediakan kandang untuk penangkaran, kandang untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai kandang pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit.

Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/2011/05/budidaya-burung-parkit.html
ReadFull Article ..

Teknik Budidaya Dan Pemeliharaan Belut Monopterus Albus

A. Memilih Tempat/Lokasi Budidaya
Sebelum pembuatan kolam dimulai, lokasi bakal pembuatan kolam perlu diperhatikan. Survei lokasi seharusnya dilakukan sebagai langkah awal bagi para investor atau peminat sebelum memutuskan untuk membangun kolam. Namun, kenyataan yang terjadi kini sering tidak denikian. Umumnya orang memiliki tanah terlebih dahulu baru tertarik untuk membangun kolam. Meskipun demikian, tidaklah berlebihan jika dalam diktat ini disinggung langkah–langkah yang ideal untuk membuat kolam.

Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Kemiringan lahan juga harus diukur, kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat. Pembuatan kolam meliputi pengamatan letak lahan, pembuatan skema (gambar) konstruksi, pengerjaan penggalian, serta pemasangan dan pembuatan bagian-bagian perlengkapan kolam seperti pintu air, saringan dan lain–lain.

B. Membuat Kolam
Jika lokasi sudah ditentukan dan lokasi kolam yang akan dibuat telah memenuhi persyaratan maka pembangunan kolam sudah dapat dimulai. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu jenis kolam yang akan dibuat sebab kegiatan budidaya belut yang lengkap memerlukan jenis kolam sesuai dengan kegiatan yang hendak dilakukan. Adapun jenis-jenis kolam yang harus ada di suatu areal budidaya belut adalah kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan, dan kolam pembesaran.

Ukuran kolam untuk semua jenis kegiatan tidak sama besarnya, yaitu :
1. Kolam penampungan induk,ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm
2. Kolam pemijahan dan pendederan, ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm
3. Kolam pembesaran, ukurannya 500 cm X 500 cm dengan kedalaman 120 cm

C. Media Pemeliharaan
Setelah kolam selesai dibuat yang paling utama adalah pemberian media pemeliharaan sebelum kolam tersebut dipergunakan, yaitu media untuk tempat hidup belut berupa tanah sawah atau lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang sudah dibusukkan), jerami padi, cincangan pisang, pupuk urea, dan pupuk NPK, dengan perbandingan sebagai berikut :
* Lapisan pertama paling bawahjerami padi setinggi 40 cm
* Diatas jerami ditaburi secara merata pupuk Urea 5 Kg dan NPK 5 Kg
* (Untuk ukuran kolam 500 cm X 500 cm, apabila kolamnya lebih besar atau lebih kecil ukuran ini, perbandingan pupuk diatasdapat dijadikan patokannya)
* Lapisan kedua tanah / Lumpur setinggi 5 cm
* Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm lapisan keempat pupuk kompos setinggi5 cm
* Lapisan keempat tanah / Lumpur setinggi 5 cm
* Lumpur kelima cincangan batang pisang setinggi 10 cm
* Lapisan Keenam tanah / Lumpur setinggi 15 cm
* Lapisan ketujuh air setinggi 10 cm
* Diatas air ditanami secara merat ecenfg gondok sampai menutupi ¾ permukaan kolam.

Setelah semua media pemeliharaan terisi dalam kolam, diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 ( Dua ) minggu agar seluruh media mengalami proses permentasi. Setelah 2 ( Dua ) minggu selesai proses permentasinya maka benih / bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.

D. Memilih Benih
Pelaksanaan pengembangbiakkan sudah bisa dimulai dengan telah terlengkapinya semua sarana yang dibutuhkan. Untuk tahapan ini yaitu memilih benih. Agar diperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan,
2. Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
3. Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang
4. Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan
5. Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan

Belut mempunyai kelamin ganda (Hermaprodit) pada kehidupannya. Belut ini menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu berkelamin betina. Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan. Dan karena sifat – sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri.

Induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut yang baik, berikut diberikan ciri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina.

a. Ciri Induk Belut Jantan
* Berukuran panjang lebih dari 40 cm
* Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu – abu
* Bemtuk kepala tumpul
* Usianya diatas sepuluh tahun

b. Ciri Induk Belut Betina
* Berukuran panjang antara 20 cm -30 cm
* Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda
* Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya
* Bentuk kepala runcing
* Usianya dibawah sembilan bulan

E. Perkembangbiakkan Belut
Belut ini mudah berkembang biak di alam, tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam, asal media dikolam menyerupai habitat aslinya. Secara alami berkembang-biak setahun sekali, tapi dengan masa perkawinan yang amat panjang yaitu mulai dari musim penghujan sampai dengan permulaan musim kemarau ( Kurang lebih empat sampai lima bulan )

Perkawinan belut umumnya tiba akan terlihat belut jantan berbomdong ramai – ramai berenang ke berbagai penjuru kearah tepian. Diperairan yang dangkal itulah nantinya belut jantan menggali lubang perkawinan. Lubang perkawinan diabangun mirip “U”. Selanjutnya dalam lubang tersebut belut jantan lalu membuat gelembung-gelembung udara yang membusa di permukaan air diatas salah satu lubnagnya. Busa – busa tersebut berguna untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Belut jantan menanti kehadiran belut betina di lubang yang tidak diliputi busa.

Setelah belut betina yang dinanti tiba, sebelum perkawinan dilangsungkan akan terjadi cumbu-cumbuan mesra terlebih dahulu. Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan aor. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan diamankan dalam lubang persembunyian.

Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur – telur tersebut sampai menetas. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setiap mahluk yang mendekat ke sarang pasti akan diserang.

F. Penetasan
Telur –telur dialam akan menetas setelah 9-10 hari kemudian. Tetspi untuk dikolam pendederan dan pemijahan telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari. Sewaktu baru menetas warna anak belut kuning setelah itu pelan – pelan berubah menjadi kuning kecoklatan dan selanjutnya menjadi coklat muda. Anak –anak belut yang sudah menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama dua minggu. Setelah berumur 15 hari anak-anak belut sudah bisa berenag sendiri dan meninggalkan sarana penetasan. Mereka sudah mampu menggali lubnag dan mencari makanan sendiri tempat lain.

G. Makanan dan Kebiasaan Makan
Secara alamiah belut memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air. Seperti serangga, siput, Cacing. Amak katak dan anak ikan. Jadi belut termasuk golongan karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain.

Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain Protozoa (Hewan bersel satu ), Mikrokrusasea (Udang-udangan renik), invertebrate mikroskopik (hewan –hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil). Sedangkan beluta yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga, cacing siput, berudu kodok, dan benih-benih ikan yang masih lemah.

Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanannya. Untuk itu belut mnyergap mangsanya dengan menbuat lubang perangkap. Lubang ini dibuat denganmenggali Lumpur, baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang penyerga[ ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan. Bentuk lubang mula-mula tegak ke bawah, lalu membengkok dan mendatar.

H. Hama Belut
Belut tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri. Yang diderita belut hanya disebabkan oleh kekurangan pakan, kekeringan atau dimakn oleh sesama belut. Jadi agar belut peliharaan tetap sehat, usahakan jangan kekurangan pakan dan kondisi kolam pemeliharaan airnya teteap mengalir.

Hama belut selain sebagai pemangsa, juga dapat sebagai pesaing dalam hal konsumsi pakan. Hama dan pemangsa yang bisa menyerbu kolam pemeliharaan belut antara lain : Burung belibis, Bebek / Itik, Berang – berang dll.

Cara yang terbaik dan tepat dalam pengendalian hama dan pemangsa belut, yaitu dengan cara membuat kondisi kolam pemeliharaan rapih sesuai aturan dan sesuai dikontrol agar tidak menjadi sarang bagi hama pemangsa.

I. Panen
Untuk memanen belut, diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. Wadah penampungan juga perlu disiaokan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan. Belut siap dipanen untuk kebutuhan pasar local dari mulai penaburan benih minimal 3 bulan ( Sistem dengan pembesaran ), sedangkan untuk kebutuhan pasar ekspor dari mulai penaburan benih minimal 6 bulan ( sistem dengan pembesaran ).

J. Paska Panen
Perlakuan paska panen yang perlu diperhatikan adalah membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan bila ada yang bocor. Hendaknya media pemeliharaan dapat digantikan dengan yang baru, supaya zat renik-renik makanan untuk belut tidak habis dan tumbuh banyak.

K. Pemasaran
Belut merupakan makanan konsumsi manusia. Untuk itu, belut dapat dipasarkan di pasar-pasar ikan dan pasar tradisional. Saat ini di bandung masih mudah menjual belut. Jumlah permintaan saat ini masih sangat besar, di pasar Kosambi Bandung masih membutuhkan jumlah dari 100 Kg belut hidup perhari. Dipasar Ciroyom Bandung setiap harinya juga membutuhkan lebih dari 500 Kg belut hidup. Dengan harga eceran rata-rata Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 20.000 per Kg –nya. Untuk belut yang jumlah per Kg-nya sebnayak 20-30 ekor.

Sedangkan untuk pasar ekspor masih sangat kekurangan sekali, karena permintaan Negara Hongkong sebnanyak 8.000 Kg perhari baru dapat terpenuhi 3.000 Kg. Belum permintaan dari Negara lain seperti Jepang, Malaysia, Korea, Itali, Perancis, dan Belanda belum bisa terpenuhi.

L. Pencatatan
Pencatatan adalah suatu kegiatan mencatat semua kegiatan pembudidayaan. Pencatatan memuat informasi, diantaranya : Tanggal memasukkan benih, jadwal pemberian pakan. Jadwal panen, data peoduksi dan lain – lain.

PEMBESARAN BELUT DI KOLAM

Persiapan Kolam
* Kolam dibuat ukuran minimal 25m2 ( 5 m X 5 m ) dengan kedalaman 1,2m
* Kolam diberi media pemeliharaan berupa tanah / Lumpur sawah, pupuk kandang, jerami padi, batang pisang, dll sesuai dengan pemakaiannya
* Setelah semua media dimasukkan kedalam kolam, diamkan media tersebut selama 2 minggu sebelum benih ditebarkan agar terjadi proses fermentasi

Penebaran Benih
* Padat penebaran disesuikan dengan kapasitas optimal kolam, yaitu 1,5 Kg benih untuk 1 m2, jadi untuk 5 m x 5 m = 25 m2 dibutuhkan benih 25 X 1,5 = 38 Kg dibulatkan jadi 40 Kg

Pemeliharaan
* Lama pemeliharaan 3 – 6 bulan
* Pakan diberikan berupa cacing, ikan, anak katak hijau, belatung, dll, dengan perbandingan 5 % per hari dari jumlah benih yang ditebar ( Sebagai contoh 40 Kg benih perharinya membutuhkan pkan 40 Kg X 5 % = 2 Kg perhari )
* Pakan ditebarkan langsung atau ditanamkan dibawah media pemeliharaan
* Aliran air diusahakan tetap lancer

Pemanenan
* Pemanenan belut dilakukan jika bobotnya sudah memenuhi ukuran pasar ( 100 Gr -200 Gr per ekornya atau 1 Kg berjumlah 10 -20 ekor ), biasanya setelah 3 bulan ( pasar local ) dan 6 bulan ( pasar ekspor )
* Pemanenan dilakukan dengan bantuan bubu ( satu hari sebelum pemanenan total dengan pengeringan kolam )

JADWAL PEMBERIAN PAKAN BELUT

Pakan mulai dinerikan setelah benih belut masuk ke kolam pembesaran 3 hari, yaitu diberikan pada hari ke-4 dengan jumlah pemberian pakan yang terjadwal.

Oleh: Drs Andang Jumhawan, Asosiasi LPMD Kec. Katapang
Sumber : http://kecamatan.katapang.net/2009/03/teknik-budidaya-dan-pemeliharaan-belut-monopterus-albus/
ReadFull Article ..

Budidaya Tetraselmis

budidaya tetraselmis

Di dunia perikanan, pembudiayaan tetraselmis sudah biasa dilakukan, terutama jenis tetraselmis chui.
Tertaselmis mempunyai klorofil(zat hijau daun) sehingga warnanya hijau cerah, dan tetraselmis dapat bergerak dengan cepat layaknya binatang karena tetraselmis mempunyai 4 buah bulu cambuk (flagella).

Karena  tetraselmis berklorofildan dapat tumbuh subur dengan pemupukan dan sinar matahari, maka tetraselmiskita golongkan kedalam kelompok tumbuhan, yaitu kelompok algae (jenis ganggang)
Tertaselmis berkembang biak dengan cepat melalui pembelahan sel. Protoplasma sel vegetative mengadakan pembelahan berulang-ulang sehingga dari satu sel induk dapat terbentuk 2-16 sel anak. 

Namun, tetraselmis juga dapat berkembang biak dengan cara kawin, yaitu dengan cara membentuk sel-sel kelamin (sel gamet) dari satu induk dapat dihasilkan 2-64 buah  sel gamet, dan apabila sel gamet dan betina bersatu, akan membentuk zigot, kemudian zigot itu membentuk didding sel yang tebal dan kemudian beristirahat. Apabila masa istirahatnya telah selesai, terbentuklah 4 sel kembaran dari satu zigot yang kemudian tumbuh menjadi sel vegetative yang tumbuh seperti biasa.

1.    Pembibitan

Mencari bibit alami tertaselmnis dapat kita lakukan sendiri di perairanlaut dekat pantai. Karena dewasa ini tertaselmis sudah banyak dibudidayakan orang terutama di tempat pembenihan udang, maka kita tinggal membibitnya saja dari tempat itu, kita perlu memurnikan kembali karena bisanya sudah banyak campurannya, baru setelah di anggap murni benar dapat dilakukan pengembangbiakkkan lebih lanjut.

2.    Budidaya dalam jumlah besar

Membudidayakan tertaselmis dapat dilakukan dalam wadah yang berbeda-beda tergantung selera pembudidaya.namun demikian, pembudidayaan dilakukan dalam wadah kapasitas 1 liter, wadah kapasitas 1 galon dan wadah kapasitas 200 liter.

Pembididayaan dalam wadah 1 liter dapat kita gunakan botol elemeyer yang telah dicuci bersih. Brgitu juga dengan selang plastik  dan batu aerasi yang akan kita gunakan.. Setelah itu baru kita isi dengan air medium, yaitu air laut yang berkadar garam sekitar 15 per millimeter, lalu kita sterilkan twerlebih dahulu dengan cara kita rebus, lalu kita beri larutan klorin atau penyinaran dengan lampu ultraviolet. Setelah itu, barulah kita campur dengan pupuk yang telah kita buat sebelumnya. 

Pupuk tersebut terdiri dari berbagai macam bahan kimia yang jenis dan ukurannya sudah ditentukan. Setelah itu, baru kita taburi bibit tetraselmis sebanyak 100.000 swl/ml. selanjutnya , kita letakkan pada ruangan yang teduh atau ber- AC dengan bantuan penyinaran dari lampu neon dan air selalu diudarai terus-menerus, setelah 5 hari biasanya tetraselmis sudah berkembang dengan kepadatan antara 4-5 juta sel/ml. pembudidayaan  skal kecil ini hasilnya akan kita gunakan untuk pembudidayaan dalam wada yang lebih besar lagi, yaitu wadah dengan kapasitas 1 galon atau wadah dengan kapasitas 200 liter atau 1 ton namun dengan cara atau tekhnik yang berbeda. (Sumber: Pakan Alami untuk Ikan, Penerbit CV. CITRA CIPTA PURWOSARI)
ReadFull Article ..

Mengenal Usaha Budidaya Ulat Sutera

Kain sutera tentu sudah cukup akrab di tengah masyarakat kita, selain rasa nyaman pada saat dipakai kain sutera juga dikenal cukup halus. Sutera yang dibuat dengan alat tenun tradisional atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) semakin menambah daya tarik kain sutera. Sebagian orang tidak mengetahui bahwa kain sutera dibuat dari kokon ulat sutera, namun bagi sebagian orang budidaya ulat sutera telah menjadi lahan bisnis yang cukup menguntungkan. Bisnis budidaya ulat sutera ditujukan untuk memenuhi permintaan benang sutera sebagai bahan pembuat kain sutera dengan cara tenun tradisional.

Jika berbicara mengenai budidaya ulat sutera tentu tidak bisa dilepaskan dari pohon murbei sebagai makanan ulat sutera. Ulat sutera sangat menyukai daun murbei, sehingga ketersediaan pohon murbei menjadi syarat mutlak dalam budidaya ulat sutera.

Salah satu keunggulan pohon murbei adalah kemampuannya hidup pada lahan yang kritis, sehingga budidaya ulat sutera dapat sekaligus menjadi sarana untuk menghijaukan lahan tandus.

Ras Kupu-kupu sutra

Saat ini dalam budidaya ulat sutra dikenal empat jenis atau ras kupu‐kupu sutera unggul yang memiliki produksi kokon yang sangat tinggi dan dapat menghasilkan benang sutera dengan kualitas yang baik. Keempat ras kupu sutera tersebut adalah Ras Cina, Ras Jepang, Ras Eropa dan Ras Tropika.

Saat ini yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah kupu ras Cina dan ras Jepang. Dan hasil persilangan dari kedua ras kupu tersebut. Namun, belakangan ini hasil persilangan Ras Jepang dengan Ras Cina justru yang banyak dikembangkan.

Analisis Usaha Budidaya Ulat Sutra

Untuk memulai usaha budidaya ulat sutra diperlukan modal awal berupa pohon murbei sekitar 7.000 batang. Ini untuk sekali tanam (per kotak benih/telur ulat sutera) dan terus berlanjut hingga seterusnya.

Begitu juga dengan media/kotak pembesarannya, cukup dibuat sekali, untuk seterusnya. Harga satu kotak benih/telur urat berisi 25.000 butir telur, dapat dibeli seharga Rp 50.000. Dari satu kotak itu, kepompong yang bisa dihasilkan adalah seberat 40 – 50 kilogram.

Kisaran harga kepompong sendiri adalah Rp 30.000 – Rp 35.000 per kilogram kepompong. Siklus ulat sutera mulai dari menetas telur hingga menjadi kepompong adalah 25 hari. Dan, berapapun jumlah kepompong yang dihasilkan, pasar selalu siap menerimanya. (Galeriukm).

Sumber:
http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid=2349&catid=3&
http://www.garutkab.go.id/galleries/pdf_link/ekonomi/investasi/sutra_alam.pdf

ReadFull Article ..

Menggeluti Usaha Budidaya Ikan Koi

Liukan sekelompok ikan koi yang sedang diberi makan ini terlihat sempurna dan penuh keindahan. Selaras dengan keindahan tubuhnya, ikan koi juga merupakan ikan pembawa keberuntungan. Karena itu, ikan ini tidak hanya layak dikoleksi, tetapi juga dibudidayakan. Salah satu tempat budidaya ikan koi adalah Koi Collection milik Roni, di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk mencapai Koi Collection milik Roni, dapat melalui Jalan Tol Jagorawi, keluar pintu tol Jati Asih, lalu mengambil arah ke Komsen. Letaknya di Desa Jati Asih, Kecamatan Jati Asih, Bekasi.

Tempat ini merupakan salah satu pilihan pehobi ikan koi menambah koleksinya. Disini sang pemiliknya, Roni, membudidaya ikan koi dengan konsep kembali ke alam Indonesia. Konsep versi Roni ini memberi naungan pada kolam koi dengan bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia.

Walau sepintas tampak sederhana, namun koleksi ikan koi Roni tidak sesederhana naungan atap dan tiang bambunya. Koleksi koi disini kerap menyabet berbagai gelar bergengsi pada kontes ikan koi.

Cyprinus capriyo merupakan nama Latin ikan koi yang mempunyai kekerabatan yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi.

Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm. Ikan koi termasuk ikan yang berumur panjang. Konon ikan koi milik Kekaisaran Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan panjang 120 cm.

Ini adalah ikan koi terbesar disini. Jenisnya showa. Jenis showa ditandai dengan kombinasi tiga warna, hitam, putih dan merah. Showa ini panjangnya mencapai 75 cm. Ikan koi disini jumlahnya sekitar 3 ribu ekor. Panjangnya antara 15 cm sampai 75 cm. Harganya mulai dari 100 ribu hingga i25 juta rupiah per ekor. Kolam ikan koi disini sengaja dibuat lebih dalam. Rata-rata kedalamannya 1,5 m. Sedangkan ikan koi di kolam taman milik pehobi, kedalamannya berkisar setengah meter hingga satu meter.

Dengan perawatan yang cermat dan kecintaannya terhadap ikan koi, Roni mampu menghasilkan ikan koi berkualitas unggulan, yang mampu menembus pasar ekspor di luar negeri, seperti Jerman dan Belanda. (Helmi Azahari/Ijs)

dari : indosiar.com

ReadFull Article ..

Beternak ikan atau Budidaya Ikan dengan Metode Hipofisasi

Budidaya ikan, beternak ikan, hipofisasi, teknik beternak ikan


Dalam perkembangan di dunia peternakan ikan, kita akan menemukan metode-metode atau cara-cara yang bisa dikatakan cukup praktis untuk menunjang proses beternak ikan atau budidaya ikan. Salah satunya beternak ikan dengan metode hipofisasi, bagi sebagian para peternak ikan mungkin masih ada yang belum mengetahui apa itu hipofisasi? di catatan singkat ini kita akan mengenal apa yang dinamakan hipofisasi.

Kelenjar hipofisa adalah kelenjar yang menghasilkan berbagai hormon yang bekerja terhadap kelenjar kelamin jantan (testis) maupun kelenjar kelamin betina (kantong telur).

Kelenjar hipofisa ini terletak di sebelah bawah bagian depan otak besar (dienchepala) sehingga jika bagian otak ini diangkat maka kelenjar ini akan tertinggal. Dengan demikian, untuk mengambil kelenjar hipofisa maka tulang tengkorak harus diangkat terlebih dahulu.

Kelenjar hipofisa terdiri dari 4 bagian yang masing-masing memiliki nama yang berbeda. Adapun urutan bagian dari kelenjar hipofisa ini dari depan ke belakang adalah pars tubelaris, pars anterior, pars intermedius dan neurophysis.

Pars anterior mempunyai peranan penting bagi pembiakkan kerana menghasilkan hormone gondotropin yang bekerja  terhadap gonad. Bagian inilah yang sebenarnya memegang peranan penting dalam pelaksannan pemijahan. Dalam hormone gonatorium stimulating hormone (FSH-like hormone) dan luteineizing hormone (LH-like hormone).

FSH bekerja untuk merangsang perkembangan gonad hingga matang kelamin karena terjadi perubahan menjadi sel telur. Lh bertugas untuk merangsang ovulasi, yaitu keluarnya telur dari folikel telur kemudian masuk ke saluran telur dan keluar dari lubang urogenital.

Hifpofisasi atau kawin suntik (induced breeding) adalah memijahkan ikan yang telah disuntik kelenjar hipofisa yang terdapay pada kepala ikan. Kawin suntik dengan kelenjar hipofisa ini diperkenalkan pertama kali oleh hausay , seorang warga Negara argentina pada tahun 1930. Namun, Brazil merupakan Negara pertama yang mengembangkan teknih hipofisa tersebut. Kemudian, teknik ini menyebar dengan cepat ke Eropa, Amerika serikat, dan Asia. 

Indonesia mentransfer teknologi hipofisa dari Taiwan dan bukan dari Negara asalnya. Argentina. Jika dilihat dari sejarah teknologi ini sejak diperkenalkan di dunia hingga dibawa ke Indonesia maka terdapat selisih waktu sekitar 40 tahun. Kawin suntik di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Atmadja Hardjamulia di LPPD (lembaga penelitian Perikanan darat), Bogor, pada tahun 1961. Jenis ikan yang pertama kali dicoba dihipofisasi adalah ikan nilem, tawes, dan beberapa jenis ikan “liar” dari perairan bebas dari Sumatra Selatan. Kemudian menyusul ikan kowan/karper rumput (Ctenopharingodon idellus) dan ikan mola/silver carp (Hypopthalmichtys molitrix).

Perkembangan hipofisasi di Indonesia melalui periode sebagai berikut. Pada bulan November 1964, LPPD mendapatkan ikan mola dari jepang. Untuk kedua kalinya ikan mola didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969. Pada Bulan desember 1971, LPPD berhasil memijahkan ikan mola. Sejak tahun 1962, percobaan hipofisasi dilakukan pada ikan kowan/karper rumput, tetapi baru berhasil pada bulan Desember 1973. 

Ikan nilem dan tawes berhasil dipijahkan dengan baik dan cukup mudah. Akan tetapi, sampai tahun 1970, jenis-jenis ikan lainnya masih belum berhasil dipijahkan. Selanjutnya pada tahun 1978, LPPD berhasil memijahkan iakn jelawat (Leptobarbus boeven). Saat ini, pemijahan dengan  teknik hipofisasi sudah diterapkan hampr di seluruh BBI (balai benih ikan) di Indonesia.

Sumber: BUDIDAYA BAWAL AIR TAWAR, Penerbit Akademia
Sumber Gambar: http://swastika-oktavia.blogspot.com


ReadFull Article ..