Showing posts with label ikan. Show all posts
Showing posts with label ikan. Show all posts

Tuesday, December 17, 2013

Mengonsumsi Ikan Bisa Bikin Panjang Umur

Orang berusia 65 tahun ke atas yang mengonsumsi ikan ditengarai isa hidup dua tahun lebih lama dibanding mereka yang tidak makan ikan. Hal ini disebabkan oleh asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan laut, ungkap penelitian di Amerika Serikat.

Mengonsumsi Ikan Bisa Bikin Panjang Umur

Selengkapnya »
ReadFull Article ..

Saturday, October 26, 2013

Ikan Bergerak Seakan Mengelilingi Kabah Ketika Mendengar “Labbaik Allah”

Cantik sungguh gambar ikan diatas kan?…seperti membuat bulatan, tetapi… andai anda melihat video di bawah ini, mungkin anda akan terkejut…
Saksikan!



SUMBER : http://ruang-unikz.blogspot.com/2012/08/ikan-bergerak-seakan-mengelilingi.html
ReadFull Article ..

Tuesday, October 22, 2013

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mujair

Ikan mujair adalah ikan untuk konsumsi yang hidup di air tawar. Cirinya badan berbentuk pipih hitam, abu-abu, atau coklat. Ikan ini dinamakan Mujair sebab orang pertama yang menemukan ikan ini adalah Bapak Mujair di muara sungai serang Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan Mujair sendiri aslinya berasal dari perairan Afrika.

Ikan Mujair pertumbuhannya sangat cepat, tentu ini sangat bagus untuk usaha budidaya ikan mujair. Namun setelah dewasa percepatan pertumbuhannya berkurang. Ikan Mujair panjangnya dapat mencapai 40 cm. Ikan Mujair bermanfaat sebagai penyediaan protein hewani.

Jika anda minim lahan dan minim modal, anda bisa mencoba budidaya ikan Mujair dengan kolam terpal. Cara membuat kolam terpal silhkan di lihat di sini.

Jika menggunakan kolam tanah, anda perlu memperhatikan factor lokasi. Lokasi yang bagus untuk kolam ikan mujair adalah sebagai berikut :
1. Tanah yang bagus untuk membuat kolam ikan adalah tanah liat dan tidak berporos. Kenapa ? sebab tanah jenis ini dapat menampung air yang besar dan tidak bocor.
2. Untuk memudahkan pengairan kolam secara grafitasi buat kemiringan antara 3 – 5 %.
3. Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4. Air harus bersih, artinya tidak tercemar limbah atau racun dan tidak keruh.
5. Perkambangan ikan mujair sangat baik jika aira kolam dapat terus mengalir. Ini perlu di buatkan saluran keluar masuk air.
6. Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.

Persiapan Media
Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing- masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.

Pemupukan
Bukan hanya tanaman saja yang perlu pemupukan, busisaya ikan mujair juga perlu pemupukan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m²

Pakan Untuk Pembesaran
Apabila tingkat produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang, maka bisa diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan munjair secara komersial.

Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan sebanyak dua kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari. Disamping itu juga kondisi pakan dalam perairan tersebut sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada. Yaitu selain pakan dari media dasar juga perlu diberi makanan tambahan berupa hancuran pellet atau remah dengan dosis 10% dari berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.

Sebenarnya pakan muajir sangat mudah. Sisa sayur di dapur, sisa makanan, daun daunan dll.

Hama

* Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya.
Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek.
Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

Kodok
Makan telur telur ikan.
Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.

Ular
Menyerang benih dan ikan kecil.
Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

Lingsang
Memakan ikan pada malam hari.
Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.
Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

Penyakit

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mujair:
1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

Gambaran Peluang Agribisnis

Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mujair dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mujair mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mujair boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

Nah bagimana, anda berminat? Silahkan dicoba.

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/budidaya-ikan-mujair/
ReadFull Article ..

Menggeluti Usaha Budidaya Ikan Koi

Liukan sekelompok ikan koi yang sedang diberi makan ini terlihat sempurna dan penuh keindahan. Selaras dengan keindahan tubuhnya, ikan koi juga merupakan ikan pembawa keberuntungan. Karena itu, ikan ini tidak hanya layak dikoleksi, tetapi juga dibudidayakan. Salah satu tempat budidaya ikan koi adalah Koi Collection milik Roni, di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk mencapai Koi Collection milik Roni, dapat melalui Jalan Tol Jagorawi, keluar pintu tol Jati Asih, lalu mengambil arah ke Komsen. Letaknya di Desa Jati Asih, Kecamatan Jati Asih, Bekasi.

Tempat ini merupakan salah satu pilihan pehobi ikan koi menambah koleksinya. Disini sang pemiliknya, Roni, membudidaya ikan koi dengan konsep kembali ke alam Indonesia. Konsep versi Roni ini memberi naungan pada kolam koi dengan bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia.

Walau sepintas tampak sederhana, namun koleksi ikan koi Roni tidak sesederhana naungan atap dan tiang bambunya. Koleksi koi disini kerap menyabet berbagai gelar bergengsi pada kontes ikan koi.

Cyprinus capriyo merupakan nama Latin ikan koi yang mempunyai kekerabatan yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi.

Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm. Ikan koi termasuk ikan yang berumur panjang. Konon ikan koi milik Kekaisaran Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan panjang 120 cm.

Ini adalah ikan koi terbesar disini. Jenisnya showa. Jenis showa ditandai dengan kombinasi tiga warna, hitam, putih dan merah. Showa ini panjangnya mencapai 75 cm. Ikan koi disini jumlahnya sekitar 3 ribu ekor. Panjangnya antara 15 cm sampai 75 cm. Harganya mulai dari 100 ribu hingga i25 juta rupiah per ekor. Kolam ikan koi disini sengaja dibuat lebih dalam. Rata-rata kedalamannya 1,5 m. Sedangkan ikan koi di kolam taman milik pehobi, kedalamannya berkisar setengah meter hingga satu meter.

Dengan perawatan yang cermat dan kecintaannya terhadap ikan koi, Roni mampu menghasilkan ikan koi berkualitas unggulan, yang mampu menembus pasar ekspor di luar negeri, seperti Jerman dan Belanda. (Helmi Azahari/Ijs)

dari : indosiar.com

ReadFull Article ..

Ikan Betutu Malas tapi Mahal

Bagi masyarakat Lampung Timur dan sekitarnya khususnya di Way seputih tentu sangat paham sekali tentang nama sungai yang satu ini, demikian pula tentang ikan betutu yang menjadi salah satu jenis ikan yang menghuni dasar kali di sepanjang way seputih dan anak anak sungainya.

Ikan betutu memang memiliki keunikan tersendiri bagi warga sekitar aliran sungai way seputih termasuk bagi desa Bungur, selain harga jualnya yang mahal ikan ini cenderung susah susah gampang untuk ditangkap, sesuai dengan sebutan salah satu namanya betutu itu ikan malas.

Tergelitik dari sebutan ikan betutu yang disebut ikan malas inilah kita coba cari tahu yang sebenarnya tentang ikan betutu dan mengapa ikan betutu menjadi salah satu jenis ikan yang spesial akhir akhir ini.

Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama sejenis ikan air tawar. Meskipun agak jarang yang berukuran besar, ikan yang menyebar di Asia Tenggara hingga Kepulauan Nusantara ini digemari pemancing karena betotan (tarikan)nya yang kuat dan tiba-tiba.

Nama-nama lainnya di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan. Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.

Ikan dengan ciri berkepala besar ini memiliki panjang tubuh maksimum sekitar 65 cm, namun kebanyakan antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya. Ciri-ciri lainnya adalah sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.

Ikan betutu tiba-tiba saja menjadi ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena dipercaya mampu meningkatkan vitalitas pria. Bayangkan saja, ikan dengan rasa daging yang biasa-biasa saja ini harganya bisa mencapai Rp.120.000 hingga Rp.190.000 perkilogramnya, untuk ukuran 300 – 400 g/ekor. Tak heran, saat ini banyak sekali orang yang berusaha membudidayakannya. Namun penyumbang utama ketersediaan ikan betutu di pasaran adalah dari hasil penangkapan di alam. Selain dipercaya manjur untuk meningkatkan kejantanan laki-laki, ikan betutu juga bisa diolah sebagai obat untuk para pasien selepas operasi. Negara-negara seperti Singapura dan Jepang termasuk yang getol mengimpor ikan ini dari Indonesia.

Kembali ke masalah vitalitas pria, tak heran kini ikan betutu menjadi menu masakan yang disajikan di berbagai restoran (baik restoran mewah atau biasa saja) di kota-kota besar seperti Palembang, Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Harganya bisa gila-gilaan, tarip menu ikan betutu di hotel-hotel berbintang bisa menembus Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg.

Khusus untuk warga desa Bungur yang tercinta, ini peluang untuk menjadi yang lebih baik,bbudi daya ikan betutu memang sulit tapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, pengalaman dan terus berusaha pasti akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan tentunya dapat merubah kehidupan keluarga dan warga desa bungur semua, semoga dengan ikan malas ini mejadi lahan emas bagi kita semua amiin.

Sumber : http://mbahdaur.blogspot.com/
ReadFull Article ..

Beternak ikan atau Budidaya Ikan dengan Metode Hipofisasi

Budidaya ikan, beternak ikan, hipofisasi, teknik beternak ikan


Dalam perkembangan di dunia peternakan ikan, kita akan menemukan metode-metode atau cara-cara yang bisa dikatakan cukup praktis untuk menunjang proses beternak ikan atau budidaya ikan. Salah satunya beternak ikan dengan metode hipofisasi, bagi sebagian para peternak ikan mungkin masih ada yang belum mengetahui apa itu hipofisasi? di catatan singkat ini kita akan mengenal apa yang dinamakan hipofisasi.

Kelenjar hipofisa adalah kelenjar yang menghasilkan berbagai hormon yang bekerja terhadap kelenjar kelamin jantan (testis) maupun kelenjar kelamin betina (kantong telur).

Kelenjar hipofisa ini terletak di sebelah bawah bagian depan otak besar (dienchepala) sehingga jika bagian otak ini diangkat maka kelenjar ini akan tertinggal. Dengan demikian, untuk mengambil kelenjar hipofisa maka tulang tengkorak harus diangkat terlebih dahulu.

Kelenjar hipofisa terdiri dari 4 bagian yang masing-masing memiliki nama yang berbeda. Adapun urutan bagian dari kelenjar hipofisa ini dari depan ke belakang adalah pars tubelaris, pars anterior, pars intermedius dan neurophysis.

Pars anterior mempunyai peranan penting bagi pembiakkan kerana menghasilkan hormone gondotropin yang bekerja  terhadap gonad. Bagian inilah yang sebenarnya memegang peranan penting dalam pelaksannan pemijahan. Dalam hormone gonatorium stimulating hormone (FSH-like hormone) dan luteineizing hormone (LH-like hormone).

FSH bekerja untuk merangsang perkembangan gonad hingga matang kelamin karena terjadi perubahan menjadi sel telur. Lh bertugas untuk merangsang ovulasi, yaitu keluarnya telur dari folikel telur kemudian masuk ke saluran telur dan keluar dari lubang urogenital.

Hifpofisasi atau kawin suntik (induced breeding) adalah memijahkan ikan yang telah disuntik kelenjar hipofisa yang terdapay pada kepala ikan. Kawin suntik dengan kelenjar hipofisa ini diperkenalkan pertama kali oleh hausay , seorang warga Negara argentina pada tahun 1930. Namun, Brazil merupakan Negara pertama yang mengembangkan teknih hipofisa tersebut. Kemudian, teknik ini menyebar dengan cepat ke Eropa, Amerika serikat, dan Asia. 

Indonesia mentransfer teknologi hipofisa dari Taiwan dan bukan dari Negara asalnya. Argentina. Jika dilihat dari sejarah teknologi ini sejak diperkenalkan di dunia hingga dibawa ke Indonesia maka terdapat selisih waktu sekitar 40 tahun. Kawin suntik di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Atmadja Hardjamulia di LPPD (lembaga penelitian Perikanan darat), Bogor, pada tahun 1961. Jenis ikan yang pertama kali dicoba dihipofisasi adalah ikan nilem, tawes, dan beberapa jenis ikan “liar” dari perairan bebas dari Sumatra Selatan. Kemudian menyusul ikan kowan/karper rumput (Ctenopharingodon idellus) dan ikan mola/silver carp (Hypopthalmichtys molitrix).

Perkembangan hipofisasi di Indonesia melalui periode sebagai berikut. Pada bulan November 1964, LPPD mendapatkan ikan mola dari jepang. Untuk kedua kalinya ikan mola didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969. Pada Bulan desember 1971, LPPD berhasil memijahkan ikan mola. Sejak tahun 1962, percobaan hipofisasi dilakukan pada ikan kowan/karper rumput, tetapi baru berhasil pada bulan Desember 1973. 

Ikan nilem dan tawes berhasil dipijahkan dengan baik dan cukup mudah. Akan tetapi, sampai tahun 1970, jenis-jenis ikan lainnya masih belum berhasil dipijahkan. Selanjutnya pada tahun 1978, LPPD berhasil memijahkan iakn jelawat (Leptobarbus boeven). Saat ini, pemijahan dengan  teknik hipofisasi sudah diterapkan hampr di seluruh BBI (balai benih ikan) di Indonesia.

Sumber: BUDIDAYA BAWAL AIR TAWAR, Penerbit Akademia
Sumber Gambar: http://swastika-oktavia.blogspot.com


ReadFull Article ..