Showing posts with label ketika. Show all posts
Showing posts with label ketika. Show all posts
Monday, December 9, 2013
4 Jenis Cewek Nyebelin Ketika Digebet

Gebet menggebet adalah sebuah kegiatan yang harus kamu lalui sebelum akhirnya pacaran. Ya iyalah, gimana mau pacaran kalo sebelumnya belum suka-sukaan. Pada dasarnya sih kamu bisa dan sah aja menggebet semua orang. Problemnya, gak semua orang itu asik buat digebet. Berikut ini MBDC akan kasih tau kamu 4 jenis cewek yang sungguh menyebalkan ketika digebet.
1. Si Jual Mahal
Cewek yang suka jual mahal memang memiliki daya tarik tersendiri, mereka tidak akan gitu aja memberikan lampu hijau untuk digebet. Banyak cowok yang merasa tertantang untuk menaklukan si cewek jual mahal ini, tapi gak sedikit juga yang akhirnya keki sendiri. Minggu-minggu pertama digebet, si cewek kelihatan jual mahal, setelah lebih dari sebulan, masih tetep aja cuek banget. Di-sms balesnya seperlunya doang. Kalau kamu tanya sesuatu kayak: "lagi ngapain nih?", nggak pernah nanya balik. Ditelfon juga bikin bingung mau ngomong apa.
Jenis yang begini suka bikin bingung antara mau ngelanjutin pedekate atau ngerasa udah ditolak duluan sebelum nembak. Tapi kalau respon dari dia benar-benar dingin dan tidak antusias, mungkin kamu emang kurang ganteng.
2. Si Banyak Mau
Kalau yang satu ini memang terkesan bisa banget digebet di awal fase penggebetan kamu. Orangnya ramah, terbuka, suka cerita-cerita bahkan curhat. Lama-lama dia mulai minta tolong ke kamu, mulai dari hal kecil, misalnya minta dijemput atau minta dibawain makanan. Kamu sebagai laki-laki yang lemah hatinya terhadap permintaan wanita pasti akan dengan antusias meng-iya-kan permintaan tolong si gebetan kamu. Kamu bisa masukin cewek yang matre ke dalam jenis ini juga.
Nah setelah beberapa lama digebet, kok si cewek makin aneh aneh aja permintaannya, misalnya: "Eh aku minta tolong banget dong potongin rumput rumah aku, kalau sempet sekalian atap rumahku disapu dan dipel". Kalau dia terus-terusan minta yang aneh-aneh kayak gini, mungkin kamu memang dikira pembantu-freelance.
3. Si Nempel Sana Sini
Mirip sama jenis yang kedua, cewek yang gampang nempel sana-sini itu memang terkesan bisa banget digebet. Bedanya, dia nggak tebar pesona ke semua cowok dengan alasan supaya bisa minta tolong, tapi emang bawaannya selalu pengen diperhatiin. Cewek jenis ini mudah digebet di fase awal proses penggebetan itu sendiri. Nggak sulit dideketin gitu deh.
Tapi giliran kamu udah kecantol sama dia, kamu akan menyadari bahwa ada banyak banget cowok yang lagi pedekate sama dia juga, bukan cuma kamu doang. Kalau kamu adalah seorang cowok pencemburu dan sensitif perasaannya, ngegebet cewek jenis ini bisa membuat hati kamu tercabik-cabik. Tetapi semuanya akan baik-baik aja kalau kamu memang pro poliandri.
4. Si Belum-Belum Udah Posesif
Jenis ini merupakan kontra-nya jenis nomor 3. Jenis nomor 3 kan pengennya diperhatiin, nah kalau yang jenis ke 4 ini pengennya merhatiin mulu, kadang-kadang sampai sedikit berlebihan. Dikit-dikit nanyain: "Lagi apa? Sama siapa? Ngapain? Kenapa? Gimana? Kapan?". Mungkin pada awalnya kamu seneng, karena pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan itu menunjukkan perhatian dia ke kamu. Tapi kebayang nggak sih? Belum jadian aja udah kayak gitu posesifnya, gimana kalau besok jadian beneran?
Pedekate sama cewek yang posesif itu ada serunya juga, kamu nggak perlu repot-repot mikirin topik pembicaraan, karena dia bakal nanya-nanya terus ke kamu, kamu tinggal jawab doang. Tapi kadang rasanya jadi kayak napi gitu, tiap jam harus lapor. Atau jangan-jangan kamu memang pedekate sama sipir penjara dan sebenernya kamu emang baru keluar dari penjara dan wajib lapor?
Nah begitulah. Buat yang cowok, apakah kamu pernah mendekati salah satu dari 4 jenis cewek ini? Dan buat cewek…apakah kamu adalah salah satu dari 4 jenis cewek ini? Share di comments!
Sunday, December 8, 2013
Renungan Ramadhan ketika kematian tak ada lagi
Renungan Ramadhan - "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputuskan dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman" (QS. Maryam: 39)
Rasulullah SAW menudingkan tangannya ke arah dunia ketika melapalkan ayat tersebut. Itulah ayat ke-39 surat Maryam yang berisi titah Allah SWT kepada Nabi yang mulia itu untuk mengingatkan umat manusia akan datangnya hari penyesalan. Poin utama ayat ini memang memberi tekanan kuat bahwa akan tiba satu masa di mana hari-hari manusia hanya berisi penyesalan-penyesalan yang paling pedih dan memiriskan. Tapi manusia sama sekali tidak akan mendapat apa-apa dari penyesalan itu. Karena ladang amal sudah ditutup, dan hari-hari indah di dunia sudah berlalu. Dan tudingan tangan Rasulullah SAW dengan telak menunjuk pada umat manusia yang sebagian besar lalai dan tidak beriman.
Untaian ayat yang diikuti dengan tudingan Nabi SAW itu diceritakan Imam Muslim dalam sahihnya. Hadits yang berasal dari Abu Said Al-Khudri itu juga menceritakan satu hal bahwa setelah kehidupan di dunia lenyap dan berganti alam akhirat, ada hal lain yang juga hilang dalam suratan takdir manusia. Satu hal itu adalah kematian yang selama ini mendampingi kehidupan. Maka jika di dunia ada kehidupan dan kematian, di akhirat ada kehidupan tapi tidak ada lagi kematian.
Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kematian di akhirat dihadirkan dalam wujud kambing yang sangat bagus. Kambing itu lantas ditambatkan di antara surga dan neraka. Lalu ditanyalah penghuni surga.
"Apakah kalian mengenal kambing ini?"
"Ya, kami mengenalnya. Itu adalah kematian," ujar penghuni surga setelah lebih dulu memperhatikan dengan seksama.
Ditanya pula penghuni neraka. "Hai penghuni neraka, apakah kalian kenal kambing ini?"
"Ya, itu adalah kematian," ujar mereka.
Maka setelah dimafhumi, diperintahkan agar kambing itu disembelih. Dan kambing itu pun disembelih. Lalu difirmankan: "Hai penghuni surga tinggallah selama-lamanya di surga, karena kematian sudah tidak ada lagi. Hai penghuni neraka, tinggallah selama-lamanya di neraka karena kematian sudah tidak ada lagi."
Dapat dibayangkan hari-hari apa yang dialami dan hari-hari macam apa yang akan dilewati penghuni neraka. Penghuni surga pastilah akan mengenang kembali kematian mereka dengan tersenyum. Kematian telah mengantarkan pada kenikmatan yang tak putus karena mereka terhindar dari kelalain dan ketidakberimanan. Sementara penghuni neraka akan mengenang kembali kematian mereka dengan penuh pilu dan rindu. Mereka meratap sembari mengharapkan kematian datang kembali pada mereka agar siksa yang mereka terima bisa berakhir. Tapi itu tidak akan terjadi, mereka akan tetap hidup dan selamanya tak akan berjumpa lagi dengan kematian. Semoga Allah mengampuni semua dosa kita.
Wallahu alam bilshawab.
sumber: Hidayah
ReadFull Article ..
Rasulullah SAW menudingkan tangannya ke arah dunia ketika melapalkan ayat tersebut. Itulah ayat ke-39 surat Maryam yang berisi titah Allah SWT kepada Nabi yang mulia itu untuk mengingatkan umat manusia akan datangnya hari penyesalan. Poin utama ayat ini memang memberi tekanan kuat bahwa akan tiba satu masa di mana hari-hari manusia hanya berisi penyesalan-penyesalan yang paling pedih dan memiriskan. Tapi manusia sama sekali tidak akan mendapat apa-apa dari penyesalan itu. Karena ladang amal sudah ditutup, dan hari-hari indah di dunia sudah berlalu. Dan tudingan tangan Rasulullah SAW dengan telak menunjuk pada umat manusia yang sebagian besar lalai dan tidak beriman.
Untaian ayat yang diikuti dengan tudingan Nabi SAW itu diceritakan Imam Muslim dalam sahihnya. Hadits yang berasal dari Abu Said Al-Khudri itu juga menceritakan satu hal bahwa setelah kehidupan di dunia lenyap dan berganti alam akhirat, ada hal lain yang juga hilang dalam suratan takdir manusia. Satu hal itu adalah kematian yang selama ini mendampingi kehidupan. Maka jika di dunia ada kehidupan dan kematian, di akhirat ada kehidupan tapi tidak ada lagi kematian.
Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kematian di akhirat dihadirkan dalam wujud kambing yang sangat bagus. Kambing itu lantas ditambatkan di antara surga dan neraka. Lalu ditanyalah penghuni surga.
"Apakah kalian mengenal kambing ini?"
"Ya, kami mengenalnya. Itu adalah kematian," ujar penghuni surga setelah lebih dulu memperhatikan dengan seksama.
Ditanya pula penghuni neraka. "Hai penghuni neraka, apakah kalian kenal kambing ini?"
"Ya, itu adalah kematian," ujar mereka.
Maka setelah dimafhumi, diperintahkan agar kambing itu disembelih. Dan kambing itu pun disembelih. Lalu difirmankan: "Hai penghuni surga tinggallah selama-lamanya di surga, karena kematian sudah tidak ada lagi. Hai penghuni neraka, tinggallah selama-lamanya di neraka karena kematian sudah tidak ada lagi."
Dapat dibayangkan hari-hari apa yang dialami dan hari-hari macam apa yang akan dilewati penghuni neraka. Penghuni surga pastilah akan mengenang kembali kematian mereka dengan tersenyum. Kematian telah mengantarkan pada kenikmatan yang tak putus karena mereka terhindar dari kelalain dan ketidakberimanan. Sementara penghuni neraka akan mengenang kembali kematian mereka dengan penuh pilu dan rindu. Mereka meratap sembari mengharapkan kematian datang kembali pada mereka agar siksa yang mereka terima bisa berakhir. Tapi itu tidak akan terjadi, mereka akan tetap hidup dan selamanya tak akan berjumpa lagi dengan kematian. Semoga Allah mengampuni semua dosa kita.
Wallahu alam bilshawab.
sumber: Hidayah
Saturday, October 26, 2013
Ikan Bergerak Seakan Mengelilingi Kabah Ketika Mendengar “Labbaik Allah”

Saksikan!
SUMBER : http://ruang-unikz.blogspot.com/2012/08/ikan-bergerak-seakan-mengelilingi.html
Subscribe to:
Posts (Atom)