Showing posts with label burung. Show all posts
Showing posts with label burung. Show all posts
Wednesday, October 30, 2013
RAWATLAH BURUNG KENARI DENGAN SEPENUH HATI
Saat semua orang mempertanyakan mengapa ternakan Si "A" dapat produksi dan berjalan dengan lancar atau hasil ternakan Si "B" mempunyai kualitas yang dirasa bagus dan burung kenari milik Si "C" tidak pernah sakit.....pernakah terpikir bahwa resep rahasianya adalah mereka hanya merawat dan beternak burung kenari dengan sepenuh hati?
Fenomena yang sering terjadi bahwa seorang penghobi dan peternak burung kenari kerap mengeluh saat dilanda problem seputar kondisi burung klangenan dan ternakan mereka bahkan di beberapa kesempatan dengan niat yang besar datang ke seorang dokter hewan untuk meminta obat atau solusinya. Pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah:
bagaimana caranya biar cepat bunyi-kawin-ngisi? sudah saya coba jodohkan tapi tidak kunjung kawin juga, ah saya jual aja deh :-)
obat apa yang bisa diberikan agar burung kenari saya mampu "kerja" di lapangan? besok ada latber nih
kenapa pejantan atau betina saya tidak mau ngisi? padahal perawatan sudah baik pakan juga import.
wah yorkshire saya mati padahal baru beli belum ada seminggu, oh ternyata burung kenari import memang memiliki daya tahan yang tidak lebih baik dibandingkan burung lokal jadi kali ini mungkin saya kurang beruntung.
Statement di atas adalah fakta yang kerap terjadi dan lalu lalang di telinga kita serta kerap dijumpai saat berada dalam suatu komunitas bervisi sama yaitu burung kenari. Coba kita lihat lebih dalam dimana pernyataan di atas tersebut lebih menekankan bahwa burungnya lah yang salah atau memang sudah menjadi takdir si burung tersebut. Maka mungkin memang benar kata pepatah bahwa "beternak kenari itu tidak sesulit yang dikira cuma orangnya aja yang sulit".
Sulit menerima keadaan, sulit untuk berinovasi, sulit untuk maju, sulit untuk menerima pendapat dan masukan dari orang lain dan sulit menerima keberadaan penghobis lain niscaya mampu membuat peternakan burung kenari anda menjadi hancur.

RAWATLAH BURUNG KENARI DENGAN SEPENUH HATI
ilustrasi
Dahulu seseorang berkata demikian "saya selalu menyediakan pakan import, suplemen import sampai sangkar pun juga import. Apakah masih kurang?" Lidah kami seakan tak bisa bergerak untuk menjawabnya cuma dalam hati seakan kami sepakat bahwa burung adalah makhluk hidup, bukan mesin yang mampu berproduksi selama ia hidup dan sehat. Mereka dipaksa bekerja untuk mencari makan bagi tuannya bahkan kadang-kadang karena dianggap "tidak mampu" menghasilkan keturunan mereka diperlakukan kurang baik.
Jadi mungkin keberhasilan ternak kenari juga terletak pada ketentraman batin dan maksud hati dari si tuannya. Selama sang tuan memperlakukan burung-burugnya dengan sepenuh hati, senyum dan dengan kehangatan jiwanya barangkali sosok burung tersebut akan menjadi lebih berkharisma.
- TIPS SUKSES BETERNAK KENARI
- LAGU INDAH HYBRID PADA KENARI
- BETERNAK KENARI BAGI PEMULA
- CARA MEMILIH KENARI INDUKAN
- INFO TENTANG KENARI MULE
- CARA SINGKAT BETERNAK KENARI
- KENARI YORKSHIRE YANG POPULER
- KUALITAS PRODUKTIVITAS KENARI
- CARA MERACIK PAKAN KENARI
Tuesday, October 22, 2013
Ciri ciri Burung Cucak Ijo Jantan dan Betina
Ciri-ciri Burung Cucak Ijo Jantan dan Betina, burung satu ini juga tidak kalah populer dengan burung berkicau lainya dan harganyapun juga sangat tinggi sekarang bakalan Cucak Ijo sekarang sudah mencapai 400 ribu jadi dengan harga yang lumayan tersebut para kicau mania harus hati-hati untuk memilih bakalan agar tidak keliru jenis kelaminya karena burung cucak ijo yang bagus suaranya adalah burung Jantan.Dan berikut inilah Ciri-ciri Perbedaan jenis kelamin burung Cucak Ijo Jantan dan Betina
Untuk burung jantan cucak ijo pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam, sedangkan betina hijau ini adalah ciri kalau burung cucak ijo sudah dewasa
Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.
Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa.
Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung :
1. Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.
2. Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.
3. Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh. Seiring dengan bertambahnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.
Sumber : http://burungzone.blogspot.com/
Budidaya Burung Parkit
Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis. Di daerah Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.
Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak lama untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang bagus untuk saya jinakkan. Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam seperti kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab karena kurang pasokan.
Jadi kalau merunut dari kesediaan pasokan sepertinya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. So peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.
Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.
2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
4. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.
5. Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar berisi. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.
6. Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
7. Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.
8. Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
9. Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan.
Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan adalah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.
Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan kandang yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.
Untuk penangkaran secara masal memang lebih irit tempat satu kandang bisa diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar kandang harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.
Disamping menyediakan kandang untuk penangkaran, kandang untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai kandang pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit.
Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/2011/05/budidaya-burung-parkit.html
Subscribe to:
Posts (Atom)