Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Saturday, December 21, 2013
Dirgahayu Republik Indonesia

BJGP-Rizal mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia akan jatuh pada hari Jum’at saat Bulan Ramadhan tahun ini, Persis seperti 67 Tahun lalu, saat Indonesia ini diproklamirkan sebagai negara berdaulat Oleh Founding Father bangsa ini Bapak Soekarno Hatta, terjadi juga pada hari Jum’at di bulan Puasa.
Semoga Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 67 Tahunnya Indonesia akan semakin Jaya, Berdiri Teguh tanpa Angkuh, dan dapat menjadi Jati Diri Bangsa Indonesia yang sesungguhnya yang dulu terkenal dengan keramah tamahan dan kesopan santunannya. Jangan hiasi Negara ini dengan popularitas KORUPSI, PORNOGRAFI dan lain sebagainya. Biarkan Negara ini MERDEKA dengan arti yang SESUNGGUHNYA
Adapun Tema hari kemerdekaan NKRI yang ke 67 tahun ini adalah :
Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Tuesday, December 17, 2013
5 Aliran Seks Bebas Yang Pernah ada di Indonesia

Isu mengenai adanya seks bebas di kalangan PNS kota Bandung sempat membuat heboh bahkan ada surat edaran yang memerintahkan untuk melakukan seks bebas ditempat yang sudah ditentukan bahkan surat edaran ini ditandatangani salah satu pejabat di Kota Bandung.
Namun kebenaran adanya seks bebas dikalangan pns kota bandung masih belum bisa dipastikan dan ada kemungkinan jika surat yang beredar adalah surat palsu yang sengaja dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab.
Ternyata selain isu adanya aliran seks bebeas di pns bandung ternyata ada beberapa aliran seks bebas yang pernah ada dan melakukan kegiatannya di Indonesia.
Seperti dikutip dari merdeka.com berikut ini beberapa aliran seks bebas yang pernah ada di Indoenesia berikut ini:
1. Satria Piningit Weteng Buwono
Agus Imam Solihin mendirikan aliran Satrio Piningit Weteng Buwono pada tahun 2002. Agus mengajarkan kepada pengikutnya untuk meninggalkan sholat, puasa, menggugurkan rukun Islam, dan menjalankan hubungan seksual sesama pasangannya secara bersama-sama dalam satu ruangan. Agus sendiri juga mengaku sebagai Imam Mahdi.
Padepokan Agus di Perumnas III Bekasi Timur. Setelah diusir oleh warga, padepokan kemudian pindah ke Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah mengadakan rapat dengan Kejari, kepolisian, Kodim, Kesbanglinmas, Depag, dan beberapa instansi lain, Bakorpakem memutuskan ajaran Satrio Piningit Weteng Buwono menyimpang.
Agus menyerahkan diri ke polisi pada tanggal 29 Januari 2009 setelah beberapa hari diburu polisi. Pada tanggal 30 Juli 2009 Agus Imam Solihin divonis penjara dua tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Jaksel.
2. Aliran ‘Surga Adn’ di CirebonPadepokan Agus di Perumnas III Bekasi Timur. Setelah diusir oleh warga, padepokan kemudian pindah ke Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah mengadakan rapat dengan Kejari, kepolisian, Kodim, Kesbanglinmas, Depag, dan beberapa instansi lain, Bakorpakem memutuskan ajaran Satrio Piningit Weteng Buwono menyimpang.
Agus menyerahkan diri ke polisi pada tanggal 29 Januari 2009 setelah beberapa hari diburu polisi. Pada tanggal 30 Juli 2009 Agus Imam Solihin divonis penjara dua tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Jaksel.
Pimpinan aliran sesat ‘Surga Adn’ bernama Ahmad Tantowi. Dia ditangkap bersama 8 pengikutnya oleh Reskrim Polda Jawa Barat karena menyebarkan ajaran sesat pada 2010 lalu. Di markas sekte ini, polisi mengamankan emas batangan palsu, senjata keris kuno, logistik tempat pemujaan, aksesoris ritual penyembahan, dan cairan yang diduga untuk pelumas melakukan hubungan intim.
Aliran sesat itu memang membahayakan generasi muda. Sebab ajaran aliran ‘Surga Adn’ salah satunya mengajarkan pensucian dosa bagi para gadis dengan cara disetubuhi. Dan beberapa kesaksian dari mantan pengikutnya menyebutkan bahwa salat lima waktu bisa digantikan dengan membangun rumah singgasana istana tempat tinggal mereka.
3. Aliran Hakekok di Banten
Kesesatan aliran ini diungkap 2009 lalu. Adalah Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim yang menyebut bila aliran Hakekok di Kabupaten Pandeglang, Banten merupakan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.
Oleh karena itu MUI Banten mendesak Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) segera bertindak tegas. Sebab jika terlambat, dikhawatirkan akan lebih meresahkan masyarakat.
Aliran Hakekok di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dan ritual menyimpang. Tata cara ibadah mereka dilakukan di tempat gelap. Selain itu laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya diperbolehkan berhubungan badan.
4. Children of God (COG)
Ajaran ini pernah marak di Bandung, Jakarta dan beberapa kota seks lainnya. Konon sampai sekarang masih aktif dan berpindah-pindah tempat ritual. Ajaran ini membolehkan seks bebas, sebagai bentuk kasih terhadap Tuhan. Salah satu ajaran sesat kelompok ini, Yesus diyakini sebagai hasil hubungan seks antara Allah dan Maria.
Sekte ini dibentuk pada 1968 oleh David Berg di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Bagi para pengikut sekte ini, Berg disebut-sebut sebagai nabi. Karena dilarang, nama sekte ini kerap berganti-ganti nama. Belakangan COG dikenal sebagai Family of Loves (Keluarga Kasih).
Pada 1974, gerakan ini mulai bereksperimen dengan metode penginjilan yang disebut Menjala dengan Lirikan (Flirty Fishing). Metode penginjilan ini dilakukan dengan cara menggunakan seks untuk memperlihatkan kasih Allah dan memenangkan anggota baru dan mendapatkan dukungan.
5. Ajaran Ben titisan Syekh Malik di Majalengka
Ben yang aslinya berasal dari Jatiwangi mengaku sebagai titisan Syekh Malik. Kini Ben tinggal di Wanajaya, Kasokandel dan memiliki pengikut sekitar 20 orang yang merupakan warga sekitar. Sebagian warga memandang ajaran Ben sesat, karena tidak melaksanakan sholat.
Ajaran lain, Ben memperbolehkan anggotanya menikahi wanita yang telah memiliki suami, dan melakukan ritual yang dicurigai warga sebagai ritual sesat. MUI kecamatan Kasokandel, Camat, dan Kapolsek Kasokandel melakukan pengumpulan data penyelidikan terhadap kasus ini.
Nah itulah beberapa aliran seks bebas yang sesat yang pernah ada di Indonesia dan kemungkinan masiah terus dijalankan.
Monday, December 16, 2013
10 Orang Indonesia Pertama Yang Memiliki Akun Twitter
Orang orang berikut ini merupakan orang pertama di Indonesia yang memiliki akun di Twitter siapa saja mereka ?
Saat ini siapa sih yang belum punya akun Twitter hampir semua orang sudah memiliki akun twitter, situs micro bloging yang satu ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia untuk memberikan informasi terkini ataupun hanya sekedar untuk terhubung dengan teman teman kamu.

Selengkapnya »
ReadFull Article ..
Saat ini siapa sih yang belum punya akun Twitter hampir semua orang sudah memiliki akun twitter, situs micro bloging yang satu ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia untuk memberikan informasi terkini ataupun hanya sekedar untuk terhubung dengan teman teman kamu.
Selengkapnya »
Sunday, December 15, 2013
5 Pulau Hewan di Indonesia
Pulau di Indonesia berikut banyak dihuni oleh hewan sehingga dikenal sebagai pulau hewan nah kamu mau tahu pulau pulau di Indonesia yang banyak di huni hewan sehinga dikenal sebagai pulau hewan simak 5 Pulau Hewan di Indonesia berikut ini.
1. Pulau Rinca
Lupakan pulau Komodo, anda tentu sudah tahu jika Pulau Komodo termasuk Pulau hewan karena memiliki komodo yang banyak. Namun bagaimana dengan Pulau Rinca? Pulau Rinca yang berlokasi di NTT juga memiliki populasi komodo yang banyak. Bahkan jumlah komodo disini lebih banyak daripada di Pulau Komodo. Jika tidak percaya, anda bisa datang langsung ke tempat ini dan menyusurinya. Dari bukit hingga ke pantai anda bisa menemukan banyak sekali komodo berkeliran. Karena komodo termasuk hewan buas, maka anda sebaiknya dipandu oleh ranger / pemandu khusus.
2. Pulau Biawak

Pulau Biawak di Jawa Barat juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Sesuai dengan namanya, di tempat ini dipenuhi oleh banyak sekali biawak. Biawak suka berdiam di tempat ini karena terdapat hutan bakau yang merupakan habitat favorit mereka. Berbagai ukuran biawak mulai dari yang masih kecil hingga besar bisa anda temukan disini. Walaupun reptil ini tidak sebesar komodo, namun juga bisa sangat agresif dan menyerang manusia. Untuk itu anda harus selalu waspada jika berkeliling di sekitar tempat ini. Pulau ini bisa anda masukkan ke dalam destinasi wisata anda. Karena selain eksotis, perairan di tempat ini juga sangat jernih.
3. Pulau Kembang

Jika anda ingin melihat ratusan monyet berkumpul bersamaan, anda bisa datang ke Pulau Kembang di Kalsel. Karena populasi kera memenuhi tempat ini, banyak orang yang menyebutnya pulau hewan. Jenis kera yang mendiami daerah ini adalah jenis monyet ekor panjang. Ini merupakan atraksi yang sangat menarik sehingga banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini. Jika datang kesini, jangan lupa untuk membawakan kera-kera tersebut makanan favorit seperti pisang dan kacang.
4. Pulau Kalong

Pulau hewan di Indonesia berikutnya adalah Pulau Kalong di NTT. Perlu waktu sekitar satu jam untuk mengakses tempat ini dari Labuan Bajo. Populasi Kalong disini sangat banyak, ribuan atau bahkan puluhan ribu ekor. Anda bisa melihat mereka bergelantungan pada siang hari dan beterbangan pada malam hari. Namun ternyata tempat ini tidak terbuka untuk umum. Dengan begitu banyaknya kalong, otomatis populasi predator seperti ular juga banyak di tempat ini. Karena alasan keamanan, tidak ada orang yang berani masuk ke tempat ini.
5. Pulau Ular

Ini juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Pulau ini dihuni oleh banyak sekali ular laut. Ular laut termasuk spesies yang tidak agresif jika tidak diganggu. Oleh sebab itu jika anda ingin berjalan-jalan di kawasan ini sebaiknya anda tidak bermain-main dengan ular tersebut.
Jika anda ingin memegangnya sebaiknya minta petunjuk kepada penduduk lokal bagaimana cara memegang ular yang benar. Jika tidak ingin mengambil resiko, cukup lihat saja dan ambil beberapa foto jika diperlukan. Kebanyakan ular disini memiliki corak garis-garis dengan kombinasi warna hitam, putih, dan perak.
Nah itulah beberapa pulau yang banyak dihuni hewan di Indonesia tertarik untuk mengunjungi pulau opulau hewan di atas?
ReadFull Article ..
1. Pulau Rinca
Lupakan pulau Komodo, anda tentu sudah tahu jika Pulau Komodo termasuk Pulau hewan karena memiliki komodo yang banyak. Namun bagaimana dengan Pulau Rinca? Pulau Rinca yang berlokasi di NTT juga memiliki populasi komodo yang banyak. Bahkan jumlah komodo disini lebih banyak daripada di Pulau Komodo. Jika tidak percaya, anda bisa datang langsung ke tempat ini dan menyusurinya. Dari bukit hingga ke pantai anda bisa menemukan banyak sekali komodo berkeliran. Karena komodo termasuk hewan buas, maka anda sebaiknya dipandu oleh ranger / pemandu khusus.
2. Pulau Biawak

Pulau Biawak di Jawa Barat juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Sesuai dengan namanya, di tempat ini dipenuhi oleh banyak sekali biawak. Biawak suka berdiam di tempat ini karena terdapat hutan bakau yang merupakan habitat favorit mereka. Berbagai ukuran biawak mulai dari yang masih kecil hingga besar bisa anda temukan disini. Walaupun reptil ini tidak sebesar komodo, namun juga bisa sangat agresif dan menyerang manusia. Untuk itu anda harus selalu waspada jika berkeliling di sekitar tempat ini. Pulau ini bisa anda masukkan ke dalam destinasi wisata anda. Karena selain eksotis, perairan di tempat ini juga sangat jernih.
3. Pulau Kembang

Jika anda ingin melihat ratusan monyet berkumpul bersamaan, anda bisa datang ke Pulau Kembang di Kalsel. Karena populasi kera memenuhi tempat ini, banyak orang yang menyebutnya pulau hewan. Jenis kera yang mendiami daerah ini adalah jenis monyet ekor panjang. Ini merupakan atraksi yang sangat menarik sehingga banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini. Jika datang kesini, jangan lupa untuk membawakan kera-kera tersebut makanan favorit seperti pisang dan kacang.
4. Pulau Kalong

Pulau hewan di Indonesia berikutnya adalah Pulau Kalong di NTT. Perlu waktu sekitar satu jam untuk mengakses tempat ini dari Labuan Bajo. Populasi Kalong disini sangat banyak, ribuan atau bahkan puluhan ribu ekor. Anda bisa melihat mereka bergelantungan pada siang hari dan beterbangan pada malam hari. Namun ternyata tempat ini tidak terbuka untuk umum. Dengan begitu banyaknya kalong, otomatis populasi predator seperti ular juga banyak di tempat ini. Karena alasan keamanan, tidak ada orang yang berani masuk ke tempat ini.
5. Pulau Ular

Ini juga merupakan pulau hewan di Indonesia. Pulau ini dihuni oleh banyak sekali ular laut. Ular laut termasuk spesies yang tidak agresif jika tidak diganggu. Oleh sebab itu jika anda ingin berjalan-jalan di kawasan ini sebaiknya anda tidak bermain-main dengan ular tersebut.
Jika anda ingin memegangnya sebaiknya minta petunjuk kepada penduduk lokal bagaimana cara memegang ular yang benar. Jika tidak ingin mengambil resiko, cukup lihat saja dan ambil beberapa foto jika diperlukan. Kebanyakan ular disini memiliki corak garis-garis dengan kombinasi warna hitam, putih, dan perak.
Nah itulah beberapa pulau yang banyak dihuni hewan di Indonesia tertarik untuk mengunjungi pulau opulau hewan di atas?
Thursday, November 7, 2013
Lowongan Kerja Sales PT Indonesia Comnets Plus ICON Regional Jateng dan DIY
Lowongan Kerja Maret 2013 Sales PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Regional Jateng dan DIY - Didirikan pada tanggal 3 Oktober 2000, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) berfokus pada penyediaan jaringan, jasa, dan content telekomunikasi, khusus untuk mendukung teknologi dan system informasi PT PLN (Persero) dan publik. Untuk itu Perseroan mengadakan berbagai layanan unggulan seperti Clear Channel, Multi Protocol Label Switching (MPLS), akses internet broadband, Voice over Internet Protocol (VoIP), dan aplikasi perbankan.
Sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PLN, pada awalnya ICON+ berfokus untuk melayani kebutuhan PLN akan jaringan telekomunikasi. Seiring dengan kebutuhan industri akan jaringan telekomunikasi dengan tingkat availability dan reliability yang konsisten, Perseroan melihat peluang baru untuk mengembangkan usahanya yaitu dengan mengkomersialkan kelebihan kapasitas jaringan telekomunikasi ketenagalistrikan serat optik milik PLN di Jawa dan Bali. Hingga saat ini Perseroan melayani lebih dari 920 perusahaan di Indonesia, di industri-industri utama yaitu telekomunikasi, perbankan, keuangan, pemerintahan dan manufaktur.
Dalam upaya menyediakan layanan yang handal selalu tersedia, dan dengan down time minimal, sehingga memenuhi service level agreement, ICON+ didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman serta jaringan serat optic sepanjang hampir 891.000 km yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan. Pada tahun 2008 Perseroan melakukan ekspansi konektifitas jaringan telekomunikasi ke Pulau Sumatra dan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, serta memaksimalkan pendayagunaan hak jaringan ketenagalistrikan milik PLN yang mencakup seluruh wilayah Nusantara, yaitu "Right of Ways" (RoW).
Sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PLN, pada awalnya ICON+ berfokus untuk melayani kebutuhan PLN akan jaringan telekomunikasi. Seiring dengan kebutuhan industri akan jaringan telekomunikasi dengan tingkat availability dan reliability yang konsisten, Perseroan melihat peluang baru untuk mengembangkan usahanya yaitu dengan mengkomersialkan kelebihan kapasitas jaringan telekomunikasi ketenagalistrikan serat optik milik PLN di Jawa dan Bali. Hingga saat ini Perseroan melayani lebih dari 920 perusahaan di Indonesia, di industri-industri utama yaitu telekomunikasi, perbankan, keuangan, pemerintahan dan manufaktur.
Dalam upaya menyediakan layanan yang handal selalu tersedia, dan dengan down time minimal, sehingga memenuhi service level agreement, ICON+ didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman serta jaringan serat optic sepanjang hampir 891.000 km yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan. Pada tahun 2008 Perseroan melakukan ekspansi konektifitas jaringan telekomunikasi ke Pulau Sumatra dan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, serta memaksimalkan pendayagunaan hak jaringan ketenagalistrikan milik PLN yang mencakup seluruh wilayah Nusantara, yaitu "Right of Ways" (RoW).
Pada Bulan Maret 2013 PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Regional Jateng dan DIY kembali membuka kesempatan berkarir atau Lowongan Kerja Maret 2013 dengan kualifikasi sebagai berikut :
Lowongan Kerja Terbaru Maret 2013 Sales PT Indonesia Comnets Plus (ICON+)
Regional Jateng dan DIY
Regional Jateng dan DIY
Sales / Sales Engineer
Persyaratan :
- Pria / Wanita
- Pendidikan Minimal D3
- Berpenampilan menarik
- Sehat jasmani rohani
- Mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dan lancar
- Punya database pelanggan yang potensial (tidak wajib, jika ada lebih diutamakan)
Jika anda tertarik dengan Lowongan Kerja Terbaru Maret 2013 Sales PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Regional Jateng dan DIY, Silakan kirim lamaran dan CV dengan cara datang langsung atau kirim lewat pos ke alamat :
Silahkan lihat juga Lowongan Kerja terkait dibawah ini, selain Lowongan Kerja Terbaru Maret 2013 Sales PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Regional Jateng dan DIY
PT Indonesia Comnets Plus (ICON+)
Jalan Siliwangi No.379
Krapyak, Semarang, Jawa Tengah
Tlp. 024-7620576
Silahkan lihat juga Lowongan Kerja terkait dibawah ini, selain Lowongan Kerja Terbaru Maret 2013 Sales PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Regional Jateng dan DIY
Tuesday, November 5, 2013
Sejarah Indonesia Di Mata Dunia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata.. Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jazair al-Jawi (Kepulauan Jawa). Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, lArchipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, lArchipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau).
Awalnya Nusantara
Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).
Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Awal Mula Nama Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
"... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880.
Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiƫr (orang Indonesia).
Subscribe to:
Posts (Atom)