Showing posts with label akan. Show all posts
Showing posts with label akan. Show all posts

Saturday, November 2, 2013

Daftar Motor Sport Baru Yamaha yang Akan Launching Akhir Tahun 2013

Padang - Kabar baik langsung diutarakan General Manager Promotion and Community Development PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Eko Prabowo. Sebentar lagi 4 moge Yamaha yang sekian lama dinanti akan diluncurkan di Indonesia.


"Bulan depan," tegas Eko sambil melanjutkan, kalau kepastian tanggalnya belum bisa ditentukan Yamaha Indonesia. "Tanggalnya tunggu saja ya, saya belum tau. Kalau saya sudah tau berarti saya bos dong," canda Eko disela-sela acara Touring Yamaha Jelajah Sumatera hari ini (26/10).

Keempat moge itu diantaranya Yamaha R1, R6, T-Max dan V-Max. Semuanya akan diluncurkan serentak bulan depan. "Saya tidak ikut ke Jepang (Tokyo Motor Show) karena harus mempersiapkan launching 4 moge CBU. Peluncurannya serentak bulan depan," tegas Eko lagi.

Tapi soal harga, silakan anda penasaran dulu ya, karena Yamaha Indonesia pun katanya sampai saat ini belum tau berapa banderol keempat moge itu. "Kita masih hitung-hitung. Karena ini CBU dan pasti akan kena juga pajak barang mewah, jadi kita masih lihat juga nantinya seperti apa," pungkasnya.

Yang mengincar moge Yamaha, kini bisa langsung beli dari ATPM-nya dong!(motor.otomotifnet.com)
ReadFull Article ..

Thursday, October 31, 2013

Tau gak Bahwa Air Laut akan naik 1 6 Meter

Inilah hal yang hrus kita waspadai..... bahwa Percepatan perubahan iklim di Kutub Utara serta mencairnya sebagian es di Greenland berpotensi menaikkan ketinggian air laut hingga 1,6 meter pada tahun 2100 mendatang. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan sebagian besar prediksi ilmiah sebelumnya.


Kenaikan air laut hingga 1,6 meter akan mengancam sejumlah kawasan, mulai dari Bangladesh sampai Amerika Serikat dan kota-kota mulai dari London hingga Shanghai. Kenaikan air laut juga akan meningkatkan biaya, misalnya pembangunan benteng penahan banjir atau tsunami di Jepang.

“Enam tahun terakhir, sampai 2010, merupakan periode terpanas yang pernah tercatat di Kutub Utara,” demikian laporan yang dibuat oleh Arctic Monitoring and Assessment Programme (AMAP) yang didukung oleh delapan negara Arctic Council.

Laporan itu menyebutkan bahwa gletser dan gunung es di Kutub Utara serta lapisan es di Greenland mempengaruhi kenaikan permukaan air laut global sebanyak 3 milimeter per tahun saat diamati antara tahun 2003 dan 2008.

Sebelum ini, pada laporan yang disusun oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), PBB pada tahun 2007, diperkirakan bahwa kenaikan permukaan air laut hanya antara 18 sampai 59 sentimeter saja di tahun 2100.

“Kenaikan permukaan laut yang pada penelitian terbaru diprediksi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya merupakan hal yang mengkhawatirkan,” kata Connie Hedegaard, seperti dikutip dari Scientific American, 5 Mei 2011.

Penelitian ini, sebut Hedegaard, merupakan peringatan bagi kita bahwa mengatasi perubahan iklim menjadi sangat penting. Seperti diketahui, upaya PBB dalam memerangi perubahan iklim berjalan sangat lambat. Menurut PBB, janji-janji para pemimpin negara untuk membatasi emisi gas buang, khususnya dari bahan bakar berbasis fosil, tidaklah cukup untuk menghindari perubahan yang sangat berbahaya itu.

Untuk menindaklanjuti hasil penelitian terbaru itu, menteri luar negeri dari negara-negara Arctic Council yakni Amerika Serikat, Russia, Kanada, Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia akan bertemu di Greenland pada 12 Mei mendatang. Sebagai informasi, peningkatan suhu di kawasan Kutub Utara rata-rata dua kali lipat di banding dengan kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia.


TeKaPe
ReadFull Article ..

Sunday, October 20, 2013

Sel Surya Sumber Energi yang Tidak Akan Habis

Permintaan akan kebutuhan energi setiap tahunnya terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat. Selama bertahun-tahun, energi fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) merupakan sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Namun, sumber energi ini merupakan sumber energi yang akan habis dan tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat, para peneliti di dunia terus mengembangkan sumber energi alternatif yang dapat dipergunakan sebagai pengganti energi fosil. Salah satu sumber energi alternatif yang cukup populer adalah energi sinar matahari. Energi sinar matahari atau yang sering disebut dengan energi surya, merupakan energi yang berasal dari matahari dan termasuk golongan sumber energi yang tidak akan habis dan tidak terbatas jumlahnya.

Potensi matahari sebagai sumber energi sangat besar. Hal ini dikarenakan jumlah energi matahari yang sampai ke bumi sangat besar, sekitar 700 Megawatt setiap menitnya. Negara-negara yang berada di garis khatulistiwa memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi ini, karena intensitas sinar matahari pada daerah ini cukup besar dan stabil sepanjang tahun, yaitu sekitar 4,8 kWh/m2/hari. Energi surya semacam ini merupakan modal dasar untuk pengembangan sumber energi terbarukan dengan konversi energi surya menjadi listrik melalui sel surya.

Sel Surya

Sel surya bekerja menggunakan energi matahari dengan mengkonversi secara langsung radiasi matahari menjadi listrik. Sel surya merupakan perangkat semikonduktor yang terdiri dari diode tipe p-n (p-n junction) yang mampu mengubah energi cahaya (foton) menjadi energi listrik. Perubahan energi ini biasa disebut dengan efek fotovoltaik.

Efek ini ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1839 pada saat Alexandre-Edmond Becquerel mendeteksi adanya tegangan foton ketika sinar matahari mengenai elektroda pada larutan elektrolit. Sel surya pertama kali dibuat oleh Charles Fritts pada 1883 yang melapisi semikonduktor selenium dengan lapisan emas yang sangat tipis untuk membentuk junction. Era modern dalam pembuatan sel surya dimulai pada 1954, pada saat Bell Laboratories bereksperimen dengan semikonduktor dan menemukan bahwa silikon yang didoping dengan beberapa bahan memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap cahaya.

Prinsip Kerja Sel Surya Silikon

Semikonduktor tipe-n bisa didapatkan dengan mendoping silikon dengan unsur dari golongan V sehingga terdapat kelebihan elektron valensi dibanding atom sekitar. Sedangkan semikonduktor tipe-p diperoleh dengan doping oleh golongan III sehingga elektron valensinya kurang satu dari atom sekitar. Daerah yang ditinggalkan elektron ini disebut dengan hole. Ketika kedua material tersebut mengalami kontak, maka kelebihan elektron dari tipe-n akan berdifusi ke tipe-p sehingga area doping-n akan bermuatan positif sedangkan area doping-p akan bermuatan negatif. Medan elektrik yang terjadi antara keduanya mendorong elektron kembali ke daerah-n dan hole ke daerah-p. Pada proses ini terbentuklah p-n junction.

Pada saat cahaya mengenai permukaan silikon pada sel surya, ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Pertama, foton akan menembus silikon. Hal ini biasanya terjadi pada foton yang memiliki energi yang rendah. Kedua, foton akan dipantulkan oleh permukaan. Ketiga, foton akan diserap oleh silikon. Ketika foton diserap oleh silikon, maka hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya panas maupun membentuk pasangan elektron-hole yang terjadi ketika energi foton yang datang lebih tinggi daripada lebar pita energi silikon. Apabila ditempatkan hambatan pada terminal sel surya, maka elektron dari area-n akan kembali ke area-p sehingga arus akan mengalir.

Pemanfaatan energi surya sangat menjanjikan bagi pengembangan energi terbarukan di negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Sumber energi fosil yang semakin menipis, sangat mendesak penggantian pemanfaatan energi lain yang lebih memiliki prospek di masa mendatang.

Sumber:
1. Septina, Wilman, Pembuatan Prototipe Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-Inorganik (Dye-sensitized Solar Cell), Laporan Penelitian Bidang Energi, Bandung, 2007.
2. Suherdiana, Rudi, Pembuatan Prototipe Dye Sensitized Solar Cell Berbasis Nanopori Semikonduktor Anorganik, Laporan Akhir Lomba Karya Ilmiah Antar Himpunan Mahasiswa, Bandung, 2007.
3. http://majalahenergi.com/terbaru/sumber-energi-yang-tidak-akan-habis

ReadFull Article ..